Menulis Di Wattpad

Saya sudah punya akun Wattpad sejak 2013. Di sana, saya hanya menjadi pembaca saja. Saat itu tidak terpikirkan untuk mengunggah berbagai draf novel saya yang belum kelar di sana. Masih belum yakin dengan tulisan sendiri dan masih ingin menyimpannya untuk dibaca sendiri saja. Entah kenapa, awal tahun ini saya memiliki keberanian untuk mengunggahnya.

Dari dulu, saya memang berobsesi menerbitkan novel. Novel apapun. Mau itu genre romansa, remaja, thriller, horor, apapun. Yang penting saya menerbitkan novel. Hanya saja tantangannya bukan pada banyaknya penerbit yang menolak naskah saya, tetapi saya selalu berhenti menulis di tengah jalan. Jadi, bagaimana mungkin bisa dikirim ke penerbit kalau cerita belum selesai? Saat ceritanya sudah hampir klimaks, saya selalu baca ulang dari awal, lalu kecewa dengan tulisan sendiri, lalu enggan melanjutkannya. Saat itu saya selalu merasa tulisan saya hanyalah seonggok sampah.

Ya, sudah banyak cerita yang saya abaikan di tengah jalan. Karena merasa bersalah, saya rasa sebaiknya diunggah saja di Wattpad. Mungkin saja ada yang baca, lalu menyemangati saya untuk melanjutkan ceritanya, dan saya jadi tergugah untuk menyelesaikannya. Tapi kalau tidak ada yang menyemangati, ya sudah saya semangati diri sendiri saja. Sedih banget, ya? Lagipula saya harus belajar untuk menyelesaikan apa yang sudah saya mulai. Belajar untuk nggak PHP (Pemberi Harapan Palsu), at least ke diri sendiri.

Untungnya, setiap kali terpikir ide cerita, langsung saya tulis. Kalau sudah dapat feel-nya, langsung saya tulis plotnya, mulai dari karakterisasi hingga rancangan detil per bab. Makanya, meski ceritanya baru ditulis setengah jalan, saya masih bisa ingat lanjutannya. Memang nggak bisa langsung saya kerjakan begitu saja, karena saya harus baca ulang plot itu dari awal sampai akhir, biar dapat feel-nya. Saya juga menyesuaikan konteksnya dengan konteks sekarang, biar enak dibaca mungkin?

Kalau paragraf sebelumnya saya bilang untung, sekarang saya mau bahas soal kesialan. Sialnya, saya tidak pernah menulis berbagai ide dan plot cerita di satu tempat yang sama. Ide-ide itu tersebar di laptop lama, laptop agak baru, laptop paling baru, di berbagai buku catatan harian yang entah disimpan di mana, di selembar kertas, dan di mana-mana. Sedihnya, dulu sekitar Tahun 2010 saya sempat install program yang membantu orang untuk membuat novel. Laptop saya saat itu sedang rewel dan harus install ulang. Program serta data novel setengah jalan di dalamnya hilang tak bersisa. Plot cerita masih utuh, karena saya kerjakan di MS Word. Saya bisa tulis ulang, tapi semangatnya sudah surut duluan. Hahaha.

Jadi, apa yang saya lakukan sekarang? Pertama, saya mengumpulkan berbagai catatan ide dan plot cerita yang tercecer, lalu memasukkannya dalam aplikasi cloud storage. Ide atau plot yang berupa tulisan tangan, mau nggak mau diketik dulu. Sambil organize ide dan plot, saya lanjut menulis hingga draf novel selesai, sambil diupload ke Wattpad. Semoga kali ini saya bisa menulis sampai selesai, karena itu faktor paling penting ketimbang bagaimana isi ceritanya. Setuju, nggak?

 

Oh iya, akun Wattpad saya @thatbria. Siapa tahu mau singgah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s